Jakarta, PINews.com - Tingginya kadar glukosa dalam air liur mampu mendorong pertumbuhan bakteri, sehingga menyebabkan penyakit gusi. Sandra Olivia, seorang dokter spesialis periodonsia menyarankan agar penderita diabetes dua kali lebih rajin melakukan kontrol ke dokter gigi.
Sebuah penelitian mengungkap, penyakit gusi juga mempengaruhi kadar gula darah. Sandra mengatakan, dalam penelitian itu, penyakit gusi tingkat lanjut memiliki kadar gula darah lebih tinggi sehingga penderita gusi berisiko terkena diabetes tipe 2.
Sayangnya, penyembuhan penyakit gigi dan mulut bagi penderita diabetes akan cenderung lebih lama. Hal ini karena diabetes mengurangi daya tahan tubuh terhadap infeksi.
"Jadi dia rentan terhadap infeksi. Setelah kita rawat memang penyembuhannya lama. Misalnya kalau cabut gigi," terang Sandra.
Karena penderita diabetes rawan penyakit gusi, pencegahan sakit gigi dan mulut penting dilakukan. Sebab, pembersihan gigi dan mulut menjadi faktor utama munculnya penyakit gusi.
Namun, Sandra menyarankan penderita diabetes untuk tak terlalu keras menyikat gigi, karena khawatir gusi akan berdarah. Adapun sikat yang digunakan sebaiknya sikat yang lembut.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
