Jakarta, PINews.com - Setelah berkunjung selama beberapa hari ke Korea Selata, Presiden Joko Widodo mengungkapkan salahsatu kelemahan Indonesia dalam menjadi negara maju seperti halnya negeri K-Pop. Menurut Jokowi saat ini Indonesia masih kekurangan insinyur (ahli teknik).
"Ini yang kita khawatirkan, kita akan menggarap infrastruktur, baik jalan tol, kereta api, dermaga, kemudian investor sudah masuk, ketakutan dan kekahwatiran kita kekurangan SDM di bidang teknik, ini yang agak sedikit kita khawatirkan," kata Presiden kepada wartawan di pesawat kepresidenan saat menuju ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (12/12) malam, seperti yang dilansir dari kantor berita Antara.
Tentu ini menjadi tantangan bagi pemerintahan Jokowi - JK untuk mengoptimalkan pendidikan dalam negeri sehingga bisa melahirkan generasi insinyur yang handal.
Dunia pendidikan sendiri akhir-akhir ini sedang diuji terkait kontroversi masih diteruskannya atau tidak kurikulum 2013. Hal ini harus segera diselesaikan, pemrintah harus tegas mana kurikulum yang akan digunakan. Jika masalah kurikulum saja tidak segera diselesaikan bagaimana mungking insinyur-insinyur bisa dilahirkan untuk pembangunan nasional.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
