Palangkaraya, PINews,com - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan gambut mulai mengganggu aktifitas proses belajar mengajar di sejumlah sekolah di Palangkaraya. Salah satunya di SD Negeri Langkai 11 yang berlokasi di pusat kota Jalan Diponegoro, jam masuk sekolah dimundurkan dan kegiatan belajar di luar kelas pun ditiadakan sementara waktu.
Di sekolah unggulan tersebut, otoritas sekolah memutuskan untuk memundurkan jam masuk sekolah. Jika pada hari normal siswa diwajibkan masuk pada pukul 6.30 WIB, maka mulai hari ini, Senin (22/9) jam masuk sekolah menjadi pukul 07.00 WIB.
“Biasa kita masuk 6.30, sekarang pukul 7. Banyak (yang sakit) bukan hanya siswa, guru-guru dan karyawan juga ada,” kata Riap Susilawati, Kepala SD Negeri Langkai 11.
Selain berakibat mengganggu kegiatan belajar di sekolah, sejumlah siswa, guru dan karyawan dikabarkan telah terjangkit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) sehingga proses belajar mengajar menjadi tidak efektif.
Sumber : Kompas
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
