Kulon Progo, PINEws.com - Pembangunan Bandara Internasional kulon progo, Yogyakarta menuai pro kontra dengan masyarakat sekitar, pasalnya pembangunan bandara tersebut akan berdampak buruk bagi warga petani yang berada dilingkungan sekitar. Penolakanpun ditunjukkan dengan melakukan protes "Menolak Bandara" yang dipampang di sepanjang jalan menuju pantai Glagah kecamatan Temon, Kulon Progo, Yogyakarta (18/9).
Pembangunan bandara dikecam keras oleh warga tani dengan membentuk perhimpunan yang ditujukan untuk menghentikan sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah setempat.
"Kami akan menolak keras berdirinya bandara dilahan tanam kami, pembangunan bandara akan berdampak buruk bagi warga tani terlebih jika pemerintah hanya ingin mendirikan dan tidak memikirkan kedepannya nasib warga yang hanya bisa bertani," kata Sukardi petani asal Glagah.
Penolakan bandara juga diusung oleh beberapa elemen masyarakat yang tergabung dari beberapa kelompok yang bertekad untuk menolak pembangunan bandara tanpa syarat guna melestarikan lahan mereka sebagai tempat bercocok tanam.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
