Jakarta, PINews.com - Keberhasilan dua pasangan pebulutangkis Indonesia, yaitu pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir dan pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriani Rahayu, meraih gelar juara pada turnamen Super Series Paris Terbuka 2017, Minggu (29/10) malam, mendapatkan apresiasi khusus dari Presiden Joko Widodo.
“Selamat Tontowi/Liliyana dan Greysia/Apriyani, juara French Super Series 2017. Mereka telah memberi kado indah untuk Sumpah Pemuda ,” tulis Presiden Jokowi dalam akun twitternya @jokowi, yang diunggahnya Senin (30/10) pagi.
Sebagaimana diketahui dalam partai final yang berlangsung di Stadion Pierre de Coubertin, Paris, Minggu (29/10) malam, pasangan ganda putri Indonesia yang tidak diunggulkan secara mengejutkan menumbangkan perlawanan pasangan ganda putri Korea Selatan, Lee So-hee/Shin Seung-chan dengan straight set 21-17 dan 21-15 dalam waktu 49 menit.
Keberhasilan pasangan Greysia/Apriyani itu terasa istimewa mengingat sudah cukup lama Indonesia tidak memiliki pasangan ganda putri yang diperhitungkan di kancah bulutangkis dunia, khususnya di turnamen-turnamen super series. Terlebih pasangan ini juga baru terbentuk tidak lebih dari setahun.
Sementara pasangan Tontowi/Liliyana menjaga konsistensi penampilannya dengan tampil sebagai juara setelah menyudahi perlawangan pasangan ganda campuran asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen dengan straight set juga 22-20 dan 21-15.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
