Pemerintah Siapkan Benih Komoditas Perkebunan
Credit by: seskab.go.id

Jakarta-PINews.com,- Presiden Joko Widodo menegaskan akan segera meremajakan 4.400 hektar kebun kelapa sawit yang sudah tua. Seluruh biaya untuk peremajaan akan ditanggung pemerintah, baik bibit maupun benih. Bantuan komoditas tersebut sebanyak 35,5 juta batang, terdiri dari kopi 4,8 juta batang, pala 2,7 juta batang, lada sebanyak 2 juta dan karet 5,7 juta batang.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada hari kedua kunjungannya ke Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), untuk melakukan penanaman perdana peremajaan kebun kelapa sawit seluas 4.400 hektare, di Desa panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (13/10).

“Kerja dengan saya pasti saya cek, enak saja tidak dicek, jadi barang atau tidak? Jadi bibitnya, jadi benar dan baik tidak? Harus dicek, Kalau tidak dicek, enak nanti,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden berjanji akan kembali ke lokasi peremajaan atau replanting itu setahun lagi atau awal 2019 untuk memeriksa perkembangan. Mengenai perkebunan yang masuk kawasan hutan, Ia mengaku sudah memerintahkan untuk dikeluarkan dari kawasan hutan untuk nantinya diberikan sertifikat.

“Tapi ini khusus untuk kelapa sawit milik rakyat, yang sudah pegang sertifikat yang hadir di sini tolong diangkat biar kelihatan, nanti setelah ini akan lebih banyak lagi yang pegang sertifikat,” imbuhnya.

Dorong ke Kalimantan

Menurut Presiden, setelah dimulai di Sumatra Selatan lebih dulu, bulan depan akan didorong masuk ke Sumatra Utara, bulan depannya lagi masuk ke Jambi lalu ke Riau.

“Tahun ini kita memang akan konsentrasi dulu di pulau Sumatra, tahun depan baru akan saya dorong masuk ke Kalimantan. Kita memang ingin kerja fokus supaya gampang dicek, gampang dikontrol,” tambah Presiden.

Presiden juga menargetkan agar kebun kelapa sawit rakyat juga dapat memproduksi hingga 8 ton/hektar/tahun. Untuk itu, Presiden berpesan agar bibit yang sudah diberikan harus dirawat dan dipelihara.

“Kalau swasta bisa, perusahaan bisa, petani pekebun juga harusnya bisa,” tegas Presiden.

Setelah kelapa sawit, menurut Presiden Jokowi, peremajaan perkebunan rakyat juga akan dilakukan untuk kebun karet, kopi, kakao dan pala.

“Kalau sawit nanti sudah berjalan, saya akan bergerak lagi ke karet, ke kopi, bergerak lagi ke kakao, ke pala, karena ini sama sudah lebih dari 15, 20, 25 tahun tidak pernah diremajakan. Masak kita kalah dengan Vietnam urusan pala? Kopi kalah dengan Brazil dan Kolombia? Tanah kita subur makmur kok tapi karena tidak pernah diremajakan dibiarkan ya tua lama-lama tidak berproduksinya,” ungkap Presiden.

Hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

 

 

Editor: