Jakarta, PINews.com - Seorang politisi Partai Nasional Aceh, PNA, tewas ditembak oleh kelompok bersenjata tidak dikenal pada Minggu (02/03) malam di Aceh Selatan. Korban yang bernama Faisal, 40 tahun, adalah pimpinan PNA di wilayah Aceh Selatan sekaligus calon legislatif di daerah pemilihan tersebut.
Penembakan ini terjadi di tengah rentetan kasus kekerasan yang terjadi dalam dua bulan terakhir di Aceh, termasuk sejumlah kasus penembakan yang menewaskan beberapa politisi PNA.
PNA merupakan partai lokal di Aceh yang didirikan oleh bekas pimpinan dan anggota Gerakan Aceh Merdeka, GAM, yang berseberangan dengan Partai Aceh, PA. Ketua Umum PNA, Irwansyah mengatakan, dia menduga kasus penembakan yang menimpa pimpinan PNA di Aceh Selatan, tidak terlepas dari persoalan politik menjelang pemilu.
"Saya tetap berpedoman tiga kasus sebelumnya, yaitu kasus kekerasan yang menewaskan tiga kader kami di Aceh. Kami yakin terkait masalah politik dan Pemilu 2014," kata Irwansyah dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Senin (3/3) pagi.
Sebelumnya, awal Februari lalu, politisi PNA di Aceh Utara, Yuwaini, tewas setelah dikeroyok dua orang tidak dikenal dan sejauh ini belum terungkap siapa pelakunya.
Sejumlah laporan menyebutkan, polisi menyatakan masih memburu pelaku penembakan di Aceh Utara, yang diduga melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Ketua Umum PNA Irwansyah, menuntut aparat kepolisian mengungkap rentetan kekerasan yang menewaskan anggotanya.
Dia mengatakan, polisi bersikap lemah dan tidak tegas dalam menangani kasus ini, sehingga belum mampu mengungka siapa ppelaku utama pembunuhan.
"Ini sudah tiga nyawa hilang dari kader kami. Ini bukti pihak keamanan masih lemah," katanya.
Sementara itu, salah-seorang pimpinan Partai Aceh Adnan Beuransyah mengatakan, dia menyesalkan kasus penembakan yang menimpa politisi PNA, dan meminta segera mengungkap siapa pelakunya.
Dia juga menduga, rentetan kasus kekerasan yang menimpa politisi dan partai politik di Aceh belakangan ini juga terkait "politik dan pemilu 2014."
Adnan Beuransyah juga meminta agar aparat keamanan melakukan penyisiran dan razia terhadap peredaran senjata api ilegal di masyarakat.
"Siapapun penggunanya," katanya.
Sumber : BBC
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
