Jakarta, PINews.com - Sebagai orang tua anda tentu khawatir jika terjadi sesuatu terhadap anak anda. Terlebih jika gejala gangguan kesehatan tidak diketahui tanda-tandanya, salahsatunya adalah anemia.
Dampak terhadap anemia ternyata tidak hanya akan dialami orang dewasa saja, namun juga oleh anak-anak. Spesialis Gizi Klinis Dr dr Yustina Anie I MSc, SpGK mengungkapkan, hampir 30 persen anak menderita anemia. Tapi orangtuanya tidak banyak yang tahu, sehingga hal ini harus diwaspadai.
Menurut Yustiana salahsatu faktor penyebab anemia adalah kekuarangan gizi, maka jika anak-anak ternyata tetap kurang gizi, mereka tak bisa terbebas dari ancaman anemia.
"Kalau di lokasi penelitian saya, anak-anak sekolah diberikan uang saku RP1.500. Paginya tidak sarapan, jajannya nasi uduk, minumnya es teh manis. Hampir setiap hari mereka melakukan itu. Bagaimana gizinya tercukupi?," beber dr Anie.
Setidaknya, orangtua harus memerhatikan gizi anak. Cukup sederhana, sejak kecil ajarkan anak makan buah dan sayur karena sudah mewakili kelengkapan gizi yang dibutuhkan anak.
Anak yang tidak mendapatkan nutrisi cukup juga rentan menderita penyakit lainnya. Tumbuh kembangnya jadi terganggu, begitu juga prestasi belajarnya.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
