Jakarta, PINews.com - Angin perkembangan sepakbola dunia kini mulai bergerak kearah timur atau asia. Cina adalah magnet terbesar perkambangan sepakbola dunia saat ini. hal tersebut dilihat dari banyaknya pemain bintang yang sebelumnya di Eropa mulai hijrah ke Liga Super Cina.
Kemampuan finansial klub-klub asal negeri tirai bambu membuat para manager klub papan atas di liga Inggris turut cemas dan “keringat dingin”.
“Kita bisa melihat bahwa Cina sangat serius untuk makin diakui oleh masyarakat sepak bola internasional," kata Guus Hiddink, manajer Chelsea. Seperti diketahui baru-baru ini salahsatu klub Liga Cina Jiangsu Suning mengeluarkan tak kurang dari Rp1,2 triliun untuk membeli dua pemain Eropa beberapa pekan lalu, yakni Ramires dan Alex Texeira.
“Ya, kita harus khawatir. Cina punya kemampuan finansial yang luar biasa. Mereka bisa membeli seluruh liga di Eropa," tambah manajer Arsenal, Arsene Wenger.
Arstiek Liverpool, Jurgen Klopp pun tidak menampik tawaran dari Cina sangatlah besar yang bisa membuat pemain manapun tergiur. “Kalau Anda berusia 26 tahun dan mendapatkan tawaran yang sangat tinggi, siapa yang bisa menolak?" kata Klopp.
Apabila yang dilakukan liga sepakbola Cina didukung penuh oleh pemerintahnya yakni melegalkan penghambur-amburan uang demi belanja pemain, maka liga-liga di benua biru harus bersiap kehilangan para pemain bintangnya.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
