Jakarta, PINews.com - Banyaknya pengemis bermunculan terutama selama bulan Ramadhan ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, akan tetapi juga di negeri kaya akan minyak Arab Saudi. Bahkan para pengemis sudah merangsek membanjiri jalan-jalan kerajaan di Arab.
Dilansir dari Al Arabia News, Senin, berbicara kepada beberapa tokoh pemerintah untuk dimintai pendapat ahli mereka atas solusi menghentikan kehadiran pengemis di jalan-jalan kerajaan.
Sheikh Mufti besar Saudi Arabia Abdulaziz Al-Asheikh mengatakan orang-orang seharusnya tidak memberi uang pada pengemis yang berada di dekat lampu merah, rumah-rumah dan jalanan.
"Memberi mereka uang menghambat upaya pemerintah mencoba menghilangkan pengemis," kata Abdulaziz.
Sementara itu, benyaknya pengemis turut andil dalam peningkatan aktivitas kriminal. Salih Al-Saqabee, mantan kepala deputi Komite Nasional Pengacara mengatakan kebanyakan pengemis berakhir dengan melakukan aktivitas kriminal.
Dia mengatakan sindikat pengemis seringnya dijalankan oleh orang-orang yang tujuan utamanya hanya mendapatkan uang.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
