Jakarta, PINews.com - Perasaan malu pejabat negara ternyata masih ada, tapi kali ini kondisi tersebut ditemukan di Mesir, bukan di Indonesia. Menteri Kehakiman Mesir menerima kemarahan publik dan mengundurkan diri dari jabatannya.
Sebelumnya, Mahfouz Saber mengolok-olok profesi pemulung. Ia mengatakan anak seorang pemulung tidak akan bisa menjadi seorang hakim di Mesir.
Dalam sebuah wawancara di stasiun televisi Saber mengatakan, hakim adalah profesi yang "mulia dan memiliki status" maka dari itu harus datang dari "lingkungan yang terhormat".
Badai kemarahan masyarakat Mesir salah satunya ditunjukkan oleh mantan Wakil Presiden Mesir Mohammed El Baradei, dilansir dari BBC, El Baradei mengatakan bahwa sudah hilangnya konsep keadilan.
Sebenarnya undang-undang dasar Mesir melarang adanya diskriminasi berdasarkan kelas dan jenis kelamin. Namun pada kenyatannya diskriminasi terus saja terjadi.
Pada tahun 2014 sebanyak 138 orang yang melamar posisi jaksa ditolak karena orangtua mereka tidak memiliki gelar kesarjanaan.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
