Jakarta, PINews.com - Salah satu masalah utama para pengguna gadget saat ini seperti telepon genggam atau komputer jinjing adalah waktu yang cukup lama untuk mengisi daya atau kekuatan pada baterai.
Namun solusi mulai ditemukan dengan sedang dikembangkannya teknologi baru baterai. Tidak tanggung-tanggung, teknologi yang sedang dikembangkan para peneliti dari Universitas Stanford California yang dipimpin Profesor Hongjie Dai dipercayai mampu mengisi daya baterai hingga penuh hanya dalam waktu satu menit.
Prototipe baterai berbahan baku alumunium dan grafit dipercaya mampu mengisi daya baterai lebih cepat dari bahan baku baterai sekarang yakni ion-lithium, demikian dilansir dari BBC.
Tapi anda harus bersabar, karena baterai ini masih berupa prototipe serta masih dalam masa pengembangan.
Yang jelas jika memang terwujud bateri tekbologi baru ini akan jauh lebih ramah lingkungan ketimbang batere alkaline, serta lebih stabil dibandingkan dengan batere berbahan baku lithium yang terkadang mendatangkan percikan api.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
- Sukses Implementasi Transformasi Digital, Pertagas Raih 2 Penghargaan Top Digital Award 2021
- Ini Putra-Putri Indonesia Dibalik Kecanggihan Efek The Avangers : The Age of Ultron
- Ini Dia Tradisi Masyarakat Indonesia Ketika Gerhana
- NEXTPLATFORM Dorong Transformasi Digital Perusahaan Dengan Adopsi Low-Code Platform
