Jakarta, PINews.com - Bukan rahasia umum bagaimana televisi sekarang ini lebih mementingkan komersiliasi ketimbang ikut mendidik masyarkat melalui tayangan yang berkualitas. Hal ini juga diamini aktor Saifin Nuha atau yang populer dengan nama Alex Komang mengatakan tayangan-tayangan televisi yang tak "beraroma" teater menyesatkan penonton.
"Kita banyak disesatkan program-program televisi hari ini karena tak ada aroma teaternya," kata Alex di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan prosedur produksi sinetron dan film sebenarnya sama dengan persiapan pertunjukan teater namun sayangnya proses tersebut tidak sepenuhnya dijalankan dalam pembuatan tayangan televisi sehingga akhirnya kualitas tayangan televisi jadi kurang bagus.
"Kalau itu dilakukan dengan prosedur yang sama maka sinetron akan punya kualitas produk yang sama dengan teater, toh proses kreatifnya sama kok," kata pria peraih penghargaan aktor terbaik Festival Film Indonesia 1987 itu.
Alex juga mengatakan bahwa seharusnya teater mulai dikenalkan ke siswa sekolah, kalau perlu sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Teater itu tak semata-mata soal panggung. Teater perlu dijelaskan pada masyarakat, kalau perlu dari SMP. Ya nantinya dia tidak harus jadi aktor atau apa, tapi setidaknya kuta membangun tradisi itu," kata aktor yang pernah berperan dalam pementasan "Opera Primadona" bersama Teater Koma itu.(antara)
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
