Bandara Soekarno – Hatta Dapat Pengakuan Internasional Peduli Emisi Karbon

Penulis: WB - Waktu: Jumat, 24 Oktober 2014 - 14:31 PM
Credit by: Ilustrasi landasan pacu bandara Soekarno - Hatta (Ist)

Jakarta, PINews.com - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil meraih akreditasi Mapping pada program Airport Carbon Accreditation yang diinisiasikan oleh Airport Council International (ACI). Bandara Soetta diakui berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon. Selain itu, Bandara Soetta menjadi bandara pertama dan satu-satunya di Indonesia yang meraih akreditasi tersebut. Setelah tahap Mapping tersebut, Bandara Soetta akan melanjutkan tahap berikutnya yakni Reduction, lalu Optimisation, dan terakhir adalah Neutrality.

Pada tahap Mapping, PT Angkasa Pura II (Persero) dengan pihak independen bersertifikasi yakni TUV Rheinland China melakukan pemetaan jejak karbon atau carbon footprint di Bandara tersibuk di Indonesia ini untuk mengetahui seberapa banyak emisi karbon dan berasal dari kegiatan apa saja.

Direktur Utama PT AP II Tri S. Sunoko, mengemukakan harapannya terkati akreditasi ini pada Jumat (24/10),“Setelah itu, kami dapat menentukan strategi dalam mereduksi emisi karbon guna meraih akreditasi Reduction dalam beberapa waktu ke depan."

Hasil mapping terhadap carbon footprint, diketahui volume emisi karbon di bandara tersibuk di Indonesia itu sebanyak 137.145 ton diantara lain berasal dari BBM, konsumsi listrik, gas, aktivitas yang tidak dapat dikendalikan operator bandara, dan sebagainya. AP II menargetkan mampu mengurangi 25 persen volume emisi karbon, sehingga dapat meraih akreditasi Reduction. Implementasi program Airport Carbon Accreditation merupakan langkah nyata AP II terhadap kepedulian pada lingkungan.

Tri Sunoko berharap, langkah ini diikuti oleh bandara-bandara lain di Indonesia demi lingkungan yang lebih baik. Saat ini tercatat sudah 36 bandara di seluruh dunia yang berhasil meraih akreditasi Mapping. Sementara itu, di tingkat Asia Tenggara hanya ada lima bandara, diantaranya empat bandara berasal dari Thailand dan satu bandara dari Indonesia yakni Bandara Soekarno-Hatta.

Untuk tahap Reduction, hanya satu bandara di Thailand yang meraih akrditasi tersebut. Sementara itu, belum ada satu pun bandara asal Asia Tenggara yang meraih akreditasi Optimisation dan Neutrality.

Editor: RI