Jakarta, PINews.com - Setelah lebaran 2015 sebagian masyarakat Indonesia sempat dibuat cemas dengan adanya wacana dari pemerintah dan Pertamina untuk menaikkan harga BBM. Namun wacana tersebut akhirnya pupus setelah pemerintah memastikan harga BBM aan tetap pada Agustus ini.
Kepastian itu disampaikan oleh Menteri ESDM, Sudirman Said yang menyebutkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sendiri yang telah menetapkan hal tersebut.
“Tadi saya sudah menandatangani surat pemberitahuan kepada Menteri Koordinator Bidang Prekonomian bahwa Agustus ini tidak akan ada perubahan harga BBM," ujarnya di Jakarta, seperti dilansir dari kantor berita Antara.
Pemerintah sendiri dianggap tidak konsisten karena seharusnya Pertamina menaikkan harga BBM saat harga minyak naik beberapa waktu lalu, karena subsidi BBM memang sudah dicabut.
Namun niat Pertamina untuk menaikkan harga BBM ditolak Pemerintah sehingga Pertamina pun menanggung kerugian mencapai Rp 12 triliun.
Sudirman menambahkan, pihaknya akan secara resmi mengumumkan skema penyesuaian harga pada November 2015, untuk melihat dan mempelajari pola kenaikan maupun penurunan harga BBM selama setahun.
"Bulan November adalah setahun setelah kebijakan subsidi BBM diselesaikan, dengan itu pemerintah memiliki pola yang lebih bisa dilihat kecenderungannya, mungkin kini enam bulan sekali harga akan ditinjau," katanya.
Menurut dia, saat ini yang akan segera dilakukan instansinya adalah mencari jalan keluar untuk mengatasi kerugian Pertamina akibat menjual BBM dengan harga yang lebih rendah daripada harga keekonomian, yang membuat pendapatan perusahaan pelat merah tersebut defisit 12 triliun untuk penggunaan Premium dan defisit 500 miliar untuk pemakaian Solar.
Editor: RI