Belum Dibuat Purwarupa, Pesawat R80 Buatan Habibie Sudah Dipesan 3 Perusahaan

Penulis: Hermawati - Waktu: Kamis, 30 Juli 2015 - 07:01 AM
Credit by: BJ Habibie sedang menjelaskan keunggulan R80 kepada Presiden Joko Widodo (Ist)

Jakarta, PINews.com - BJ Habibie adalah mantan presiden Indonesia yang juga seorang jenius pembuat pesawat terbang , di mana kemampuannya telah di seluruh dunia.

Kali ini karya Habibie akan segera terealisasi berupa Purwarupa atau bentuk awal pesawat terbang bertajuk Regio Prop 80 (R80).Ditargetkan purwarupa pesawat ini akan mulai dibuat pertengahan 2016.

"Semoga pertengahan tahun depan sudah tuntas semua (desainnya) sehingga pertengahan tahun depan kami sudah mulai membuat prototipe (purwarupa). Masih lama dari segi desain," ujar kata Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) Ilham Habibie, seperti dilansir kantor berita Antara.

belum juga berbentuk purwarupa saat ini,lanjut Ilham, sudah ada tiga perusahaan penerbangan yang memesan pesawat itu mencapai total 145 unit, yakni dari Kalstar Indonesia, Nam Air dan Trigana Air.

Ia menuturkan saat ini pihaknya masih dalam tahap pembuatan desain awal R80, yakni dalam proses pemilihan komponen utama seperti mesin dan sistem pengendalian pesawat.

PT RAI dalam pembuatan pesawat ini akan menggunakaan mesin dari diantara tiga perusahaan pembuat mesin pesawat yang dipilih, yakni Rolls Royce asal Inggris, Pratt and Whitney asal Amerika Serikat serta General Electric asal Amerika Serikat.

Pesawat R80, menurut dia, memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pesawat lain, diantaranya lebih besar dan hemat dalam penggunaan bahan bakar.

"Saya lihat biaya pengoperasian pesawat 30-50 persennya terkait bahan bakar, jadi mesin sangat menentukan. Kemajuan lain pesawat ini bisa juga di aerodinamika, kenyamanan kabin, material lebih maju, tapi yang paling penting lebih hemat 10-15 persen dibanding pesawat ATR," ujar dia.

Dengan keunggulan tersebut, Ilham mengatakan belum menentukan harga pasti untuk R80 karena belum menentukan mesin dan komponen-komponen yang akan dipakai. Namun, ia memperkirakan akan dibanderol sebesar 22 hingga 25 juta dolar AS per unit.

Untuk diketahui, PT RAI yang mengembangkan R80, adalah perusahaan pembuat pesawat terbang komersil milik BJ Habibie. Pesawat R80 sebelumnya ditargetkan mulai terbang pada 2019, tetapi karena masalah teknis, Ilham memperkirakan pesawat tersebut baru siap diterbangkan pada 2021.

Editor: RI