Jakarta, PINews.com - Indonesia terninggung, itulah satu-satunya ungkapan yang dapat menggambarkan tentang apa yang dirasakan sebagian besar masyarakat Inodonesia terutama masyarakat Aceh kepada Perdana Menteri Australia Tony Abbot.
Masyarakat tidak terima dengan pernyataan Abbot yang mengungkit bantuan Australia saat bencana alam Tsunami yang menewaskan ratusan ribu masyakat Aceh meanda pada tahun 2004.
Tidak tanggung-tanggung selain mengumpulkan koin untuk Australia yang akan diserahkan ke Kedubes Australia di Jakarta, Masyarakat Aceh di bagian barat yang mendapatkan bantuan berencana mengembalikan rumah pemberian dari Australia.
"Pengungsi-pengungsi di Aceh Barat yang dulu mendapat bantuan rumah dari Australia juga berencana mengembalikan rumah bantuan yang diterima Australia," kata Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh II, Nasir Djamil, seperti dilansir dari kantor berita Antara.
Tidak hanya itu, Nasir juga menuturkan bahwa mahasiswa asal Aceh yang mendapatkan beasiswa dari Australia juga berencana mengembalikan dana beasiswa tersebut ke pemerintah Australia.
“Mahasiswa-mahasiswa yang pernah kuliah di Australia, juga konon membicarakan masalah ini. Mereka ingin mengembalikan bantuan beasiswa yang mereka terima dari Australia. Itu cerita mereka ke saya," papar Nasir.
Masyarakat Indonesia dan Aceh khususnya merasa sakit hati dengan pernyataan Abbot. Menurut mereka tidak sepantasnya seorang perdana menteri negara maju mengungkit pemberian bantuan kemanusiaan.
Abbot mengeluarkan pernyataan keras seraya menyinggung bantuan miliaran dollar dan pasukan dalam jumlah besar saat tsunami di Aceh dalam rangka meminta pembatalan hukuman mati yang dijatuhi kepada dua warga negaranya kaena telah menyelundupkan narkoba ke Indonesia melalui Bali.
Editor: RI